Membangun Indonesia dari Daerah

seminar01Dalam rangkaian acara 41st Annual Meeting Islamic Development Bank Group yang dihelat di Jakarta, Mezanine Club yang merupakan forum diskusi pegawai Kementerian Keuangan menggelar seminar bertajuk Membangun Indonesia dari Daerah. Topik ini sejalan dengan program Nawa Cita dari Presiden Jokowi yang akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Pemerintah terus berupaya memeratakan pembangunan antarwilayah.

Ada dua kepala daerah yang diberi kesempatan sebagai narasumber dalam diskusi yang berlangsung santai dan hangat itu. Sesi pertama, tampil Nurdin Abdullah. Kepala daerah yang memimpin Kabupaten Bantaeng sejak tahun 2008 ini memaparkan perubahan yang terjadi dari awal periode kepemimpinannya hingga kini.

Kabupaten Bantaeng adalah kabupaten terkecil di Provinsi Sulawesi Selatan, baik dari luas wilayahnya maupun jumlah penduduknya. Hal tersebut berdampak pada porsi alokasi dana transfer yang lebih sedikit dibanding daerah lain. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah Sang Bupati dalam membangun daerahnya. Melalui sinergi apik dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, perlahan namun pasti pembangunan terus tumbuh di Kabupaten Bantaeng. Melihat profil Kabupaten Bantaeng yang senantiasa dilanda banjir saat musim hujan dan mengalami kekeringan saat musim kemarau membuat Nurdin Abdullah membangun cekdam atau bendungan yang dapat mengatasi dua masalah tersebut sekaligus.

Pembangunan infrastruktur untuk kepentingan publik terus digenjot. Kabupaten Bantaeng membangun rumah sakit megah dengan fasilitas lengkap. Untuk meningkatkan layanan kesehatan, pemerintah daerah menyediakan beberapa unit ambulan yang diawaki dokter dan perawat. Ambulan tersebut siaga 24 jam sehari dan dapat dipanggil melalui saluran telepon apabila ada warga yang membutuhkan. Ruang terbuka seperti objek wisata dan alun-alun pun tak luput dari sentuhan pembangunan. Dengan adanya fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai, indeks kebahagiaan masyarakat Kabupaten Bantaeng terus meningkat.

Pada sesi kedua, giliran Emil Elestianto Dardak berbagi kisah memimpin Kabupaten Trenggalek. Meski baru dilantik menjadi bupati pada 17 Februari 2016 lalu, sudah tampak perbaikan dan capaian nyata di sana. Salah satunya dengan hadirnya jaringan fiber optik hingga ke ujung selatan pesisir Trenggalek untuk menunjang komunikasi dan pertukaran informasi di sana.

Emil ingin mengubah perspektif yang menganggap Kabupaten Trenggalek berada di lokasi paling belakang dan tidak strategis. Dengan pembangunan berporos maritim yang tengah dijalankan pemerintah, Kabupaten Trenggalek justru berada di posisi terdepat yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Kabupaten ini memiliki bentang alam yang strategis untuk dijadikan pelabuhan laut berkapasitas besar. Bersama beberapa kabupaten lain di sekitarnya, Kabupaten Trenggalek akan membangun koridor jalur selatan Pulau Jawa sebagai jalur transportasi dan distribusi yang dapat menggerakkan perekonomian.

Membangun infrastruktur di daerah untuk menopang pertumbuhan ekonomi adalah suatu keniscayaan. Dengan dnfrastruktur yang semakin lengkap, pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan secara lebih optimal kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat desentralisasi fiskal. DJPK mendukung langkah ini melalui kebijakan transfer ke daerah dan Dana Desa yang memperhatikan kebutuhan daerah.